Label

Laporkan Penyalahgunaan

Langsung ke konten utama

Penyapuan umum dan setempat

 


PENYAPUAN UMUM DAN SETEMPAT

Penyapuan yang dimaksud adalah teknik pembersihan (sweepings). Penyapuan bisa  juga digunakan untuk membagi prana yang berlebihan. Membersihkan seluruh tubuh bioplasmik bisa disebut sebagai penyapuan umum. Penyapuan yang hanya dilakukan pada sebagian tubuh disebut penyapuan setempat.

Prosedur Penyapuan Memberikan Hasil-Hasil Berikut ini:

1. Menghilangkan kongesti dan bahan bioplasmik berpenyakit. Meridian- meridian yang tersumbat, dan sumbatanya dihilangkan.

2. Racun-racun, kotoran, bakteri dan bahan bioplasmik yang kotor dapat dengan mudah dikeluarkan karena cahaya kesehatan sudah mulai dikuatkan dan dibebaskan.

3. Aura kesehatan yang berperan sebagai pelindung sudah dinormalisasi. Hal ini meningkatkan kekebalan tubuh untuk

melawan infeksi.

4. Secara otomatis, pembersihan tersebut menutup lubang-lubang aura luar yang menyebabkan prana merembas keluar.

5. Mempermudah penerimaan energi prana oleh pasien setelah dilakukan penyapuan atau pembersihan.

6. Penyapuan dilakukan untuk mendistribusikan prana yang berlebihan pada bagian yang diobati bagian-bagian tubuh yang telah diberikan energi supaya

tidak ada lagi kongesti prana.

7. Reaksi yang mendadak dari pasien dapat dicegah atau dikurangi dengan penyapuan secara tuntas.

8. Penyapuan sangat efektif untuk menurunkan dan menghilangkan demam.

- Penyapuan Umum 

Penyapuan Umun dilakukan dengan

serangkaian gerakan menyapu kebawah dan hanya menggunakan tangan. Ada dua posisi tangan yang digunakan penyapuan: posisi tangan tertutup dan posisi jari terbuka. Posisi telapak tangan tertutup lebih efektif untuk membuang bioplasmik yang tidak sehat sedangkan posisi jari-jari yang direntangkan terbuka lebih efektif untuk menyisir dan membebaskan kekusutan cahaya kesehatan. Penyapuan umum juga bisa disebut pembersihan aura.



Prosedur Penyapuan Umum : 

1. Langkah kedua tangan dalam posisi

tengkurap dan letakkan kurang lebih 15 centimeter diatas kepala pasien. Tidak perlu menyentuh kepala pasien. Jagalah jarak kira-kira 5 cm antara pasien dan kedua tangan.

2. Dengan posisi tangan yang masih dilengkupkan, ayunkan tangan dengan

perlahan darii kepala sampai ke bawah ujung kaki. Kemudian, kibaskan kedua tangan untuk membebaskan kekusutan cahaya kesehatan dan ini bisa disebut sebagai penyisiran.

3. Ulangi langkah (1) diatas, dengan posisi jari-jari tangan yang direntangkan terbuka mengganti posisi tangan yang dilengkungkan. Cara ini untuk membebaskan kekusutan cahaya kesehatan dan ini bisa disebut sebagai penyisiran.

4. Ulangi langkah (2) dan (3) diatas. 

5. Lakukanlah prosedur penyapuan umum pada pasien dengan menggunakan langkah (1), (2), dan (3) diatas.

6. Sangat penting sekali untuk berkonsentrasi dan menginginkan supaya bahan bioplasmik yang kotor, terbuang. Hanya dengan keinginan atau pemusatan pikiran dan dibantu dengan kedua telapak tangan, bahan bioplasmik yang kotor dapat dibersihkan secara menyeluruh dan cepat.

7. Setelah penyapuan kebawah dilakukan, biasanya ada beberapa pasien yang mengantuk. Kita boleh menerapkan beberapa gerakan penyapuan keatas supaya pasien terbangun atau lebih waspada.

* Peringatan: jangan melakukan penyapuan keatas kecuali penyapuan kebawah sudah selesai dan pasien sudah bersih, penyapuan keatas bisa mengakibatkan bioplasmik

dibagian kepala kemudian memberi efek negatif pada tubuuh pasien.

Penyapuan Setempat :

1. Letakkan satu atau dua tangan di depan bagian tubuh yang sakit, berkonsentrasi pada tangan atau pada bagian tubuh yang sakit, kemudian sapu keluar bagian tubuh bioplasmik yang kotor. Ini seperti membersihkan benda yang kotor dengan tangan.

2. Kibaskan tangan sekuat-sekuatnya untuk membuang bahan bioplasmik yang kotor.

3. Gerakan penyapuan bisa diarahkan kemana saja : tegak, lurus, diagonal, atau berbentuk huruf L.

4. Untuk penyakit yang sederhana, lakukanlah penyapuan setempat sebanyak 20-30 kali pada bagian tubuh yang sakit. Cara ini berguna sekali untuk menyembuhkan sakit perut, misalnya menstruasi, (dysmenorrhea), diarae, sakit kepala dan lain-lain,

5. Untuk penyakit kronis, frekuensi penyapuan setempat harus bertambah. Untuk kista, lakukan penyapuan setempat sebanyak 50 kali: untuk hepatitis yang parah, kira-kira lakukan seratus kali atau lebih karena di bagian tersebut sudah terjadi peradangan. Adakalanya selama penyapuan setempat, bioplasmik berpenyakit dari bagian tubuh yang kena ke bagian lain. Misalnya, ada seorang penyembuh menyapu bioplasmik yang menyumbat di bagian kepala pasien., sebagian dari bagian bahan tersebut pindah kebagian leher dan bahu. Ini mengakibatkan sakitnya berpindah, apabila menemukan seperti ini segera lakukan penyapuan disekitar yang sakit.

Benda bioplasmik yang kotor harus dibuang secara tepat supaya kebersihan ruangan terpelihara dan kita sebagai pengobat atau terapi tidak tertular dengan bahan bioplasmik.

Tempat pembuangan bioplasmik yang kotor disediakan dengan mengisi satu liter air yang dicampur dengan dua atau tiga sendok makan garam, dalam sebuah baskom atau ember kecil, karena sudah terbukti bahwa air garam dapat menyerap bahan bioplasmik yang kotor. Setiap habis menyapu atau membersihkan kita harus mengibas tangan dan membuang energi berpenyakit pada baskom tersebut. Selesai melakukan penyapuan pada pasien, penyembuh diharuskan membersihkan/membasuh tangan menggunakan air garam atau alkohol.

Komentar