Label

Laporkan Penyalahgunaan

Langsung ke konten utama

Menjaga kemurnian ajaran penyembuhan Prana

MENJAGA KEMURNIAN AJARAN PENYEMBUHAN PRANA 

Sejak kecil, Master Choa sudah tertarik mempelajari berbagai teknik penyembuhan dan spiritulitas. Banyak dari teknik-teknik penyembuhan itu ternyata intinya sama. Kemudian beliau menyederhanakan teknik-teknik tersebut, merangkumnya, membuang tahyul, klenik, mistik serta ritual-ritual yang tidak perlu. Menggabungkannya dengan hasil penelitian, percobaan, penemuan dan tesisnya sendiri, seperti yang terkandung dalam keTujuh Teknik Dasar Penyembuhan Prana, unit pembuangan limbah dan sebagainya, namun tetap dijaga kemanjurannya.

Teknik penyembuhan Prana ini merupakan hasil kerja keras Master Choa selama lebih dari duapuluh tahun, yang ciri-cirinya antara lain adalah sederhana dan sangat manjur. Kalau penyembuhan Prana ini dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh, memang hasilnya seperti mukjizat. Oleh sebab itu buku Penyembuhan Prana yang pertama berjudul “Mukjizat Penyembuhan Prana.”

Penyembuhan Prana merupakan sebuah ilmu dan sekaligus sebuah seni. Sebagai ilmu, kita bisa mempelajarinya melalui buku maupun Lokakarya Prana yang sering diselenggarakan, bisa juga melalui diskusi dengan sesama Penyembuh Prana, namun agar penyembuhan yang kita lakukan menjadi semakin efektif, dan ini yang membedakan antara penyembuh yang satu dengan yang lain, juga karena setiap pasien adalah unik, diperlukan sebuah seni, yang memerlukan pengalaman, kerendahan hati, sikap batin serta tingkat spiritual tertentu, seperti misalnya berapa banyak energi yang harus diberikan atau berapa lama energi tersebut harus diproyeksikan, seperti apa kadar warnanya, apa yang seharusnya kita visualisasikan, bagaimana cara kita (dan pasien) berdoa dan sebagainya…

Jadi intinya adalah demikian:

Penyembuhan Prana seharusnya sederhana dan manjur, kalau rumit atau ditambah-tambah, maka kemanjurannya akan berkurang, dan itu bukan lagi penyembuhan Prana.

Tahapan Penyembuhan Prana adalah seperti yang digariskan dalam Tujuh Teknik Dasar Penyembuhan Prana. Semahir apapun dia, seorang Penyembuh Prana harus mengikuti tahapan ini, bahkan ketika menyembuhkan, Master Choa pun tetap berpegang pada ke-Tujuh Teknik Dasar Penyembuhan Prana ini.

Penyembuhan Prana merupakan sebuah teknologi yang lebih bersifat ilmiah, jadi seharusnya tanpa mistik,klenik, tahyul dan ritual yang tidak perlu.

Hanya bila dia rendah hati, Seorang Penyembuh Prana bisa menyembuhkan dengan manjur. Seorang Penyembuh Prana hanyalah saluran energi penyembuhan Ilahi.

Mempelajari ilmu Penyembuhan Prana adalah sama seperti berenang di samudra pengetahuan yang maha luas. Master Choa sudah menyediakan buku-bukunya…

Untuk mempertahankan kemurnian ajaran Penyembuhan Prana, sebaiknya kita mempertimbangkan adanya dua benang merah yang terentang membatasi praktek Penyembuhan Prana, gerak kita sebagai Penyembuh Prana dibatasi oleh jalur yang cukup sempit di antara kedua benang merah tadi. Ada dua hal pokok yang perlu kita perhatikan:

Pertama, kalau praktek Penyembuhan Prana kita semakin mendekati kedua benang merah, yang artinya kita semakin tidak murni, dengan mencampurnya secara berlebihan dengan teknik penyembuhan temuan kita sendiri, atau dengan teknik penyembuhan lain yang saat ini nampaknya lebih canggih, namun sebenarnya teknik semacam itu ada juga dalam teknik Penyembuhan Prana yang kita pelajari. Kita sebaiknya segera kembali bergerak ke tengah, menjauhi kedua benang merah tadi, dengan demikian berarti kita menjaga kemurnian ajaran Penyembuhan Prana metoda GMCKS.

Kedua, karena alasan yang kurang masuk akal, kita sengaja meyeberang meloncati kedua benang merah tadi, dengan memasukkan teknik yang kurang bisa dipertanggung-jawabkan kesahihan dan efektifitasnya, serta mengganti beberapa teknik yang sebenarnya merupakan inti dari ajaran Penyembuhan Prana, yang penting nampak beda. Itu artinya kita telah mendistorsi ajaran Guru kita, tentu dengan demikian kita tidak berhak lagi mencantumkan GMCKS pada institusi/organisasi kita.

Masih ada waktu dan kesempatan untuk kembali meloncat masuk ke jalur sempit yang dibatasi dua benang merah tadi, untuk kembali bergerak di jalur yang murni, jalur yang direstui Guru kita…

Master Evan Rasyid Kundalini Sakti: 

"Jangan Hanya Karena Kita Tak Mampu Menolong Orang Lain, Kesempatan Untuk Belajar Di Sia-Siakan"

Komentar