Label

Laporkan Penyalahgunaan

Langsung ke konten utama

Belum lancar melakukan scanning



BELUM LANCAR MELAKUKAN SCANNING, JANGAN LANGSUNG PUTUS ASA.

By : Praktisi Energi Prana

Siapapun yang menjadi praktisi energi, yang memang belajar semua tentang energi dari awal (tidak termasuk yang indigo), pasti pernah merasakan kurang percaya diri ketika melakukan terapi. Rasa ragu begitu umumnya berkecamuk, terutama ketika kita mesti nerapi orang-orang selain diri kita. 

Hal ini, mungkin wajar saja, selain jam terbang, tentu karena memang keterbatasan kita dalam mendeteksi atau scanning pasien.

Dengan scanning, kita tahu, apa masalahnya , dimana aura penyakitnya, dan dimana bagian bagian yang bermasalah. Ketika scanning , kita juga tahu , apa energi yang kira alirkan kepasien sudah cukup atau belum.

Scanning, tidak hanya soal bisa melihat, tapi juga soal merasakan, pendengaran, bahkan pembauan, terhadap kondisi keenergian pasien. Biasanya bakat dasar setiap orang tidaklah sama.

Namun, apakah bisa scan itu mutlak diperlukan dalam terapi?  Jika dalam konteks, semata semata untuk keperluan terapi, maka bisa scan, tidaklah mutlak.

Sebab, dengan teknik energi kekinian. Terapi  bersifat sangat praktis, karena energi bisa diarahkan dengan niat saja. Dan bahkan dengan teknik tertentu, praktisi bisa saja punya kemampuan pembersihan yang lebih detail, sekalipun belum bisa menggunakan kemampuan scan dengan lancar.

"Energy follow the thought", singkatnya, kemana kita mengarahkan energi, maka disanalah energi akan mengalir.

Memahami konsep "Energy follow the thought" inilah, yang bikin kita harus yakin dan berani melakukan terapi diawal belajar terapi. Jadi walau belum bisa merasakan energi, yang penting 'yakin' dan biarkan energi mengalir apa adanya sampai kemudian, Anda menjadi peka merasakan energi dengan  sendirinya. 

Bagi Anda yang sedang awal  menekuni dunia energi, tidak perlu khawatir, cukup yakin, dan santai. Pasti energi akan bekerja memproses tubuh energi pasien agar lebih baik. Dan jangan lupa berdoa juga sebelum terapi. Agar selalu dalam lindungan Tuhan.

Komentar